Rabu, 12 Desember 2012

SATU RASA SATU KATA, KEDAMAIAN BAGI ISRAEL DAN PALESTINA

Peace brooorrr




Dunia seolah gempar dengan serangan dan dentuman mesiu yang dibawa dari bangsa Israel akhir-akhir ini. Gejolak peperangan itu masih saja terasa di Palestina, negeri yang (dulunya) damai itu. Dan sudah sejak lama, tak terhitung jari, mereka ingin merasakan satu kata... KEDAMAIAN. Meski harus saya akui Israel adalah tanah leluhur bagi kami, umat Nasrani, tapi kami, terkhususnya saya sangat mengecam adanya serangan tersebut. Saya pun sangat menyesalkan adanya suatu perang setelah perang terbesar kita sebelumnya, Perang Dunia II berakhir. Bila dibiarkan terus menerus Perang Dunia III terjadi.
            Sebenarnya saya mereasa risih, teman-teman. Kenapa? Ini sama sekali tak ada unsur agamis atau keyakinan sebenarnya. Hanya beberapa mass media dan beberapa orang yang berusaha memperkeruh situasi yang sebenarnya kini sudah mulai reda dengan adanya pengumuman gencatan senjata. Ada nafas lega dari Palestina. Sahabat saya dan saudara saya yang tidak pernah saya kenal bisa kembali beraktivitas sekarang. Sedikit ada ruang dengan dibukanya jalur perbatasan dengan Mesir. Sebagai bangsa yang sudah merdeka, kita selayaknya tak perlu memperkeruh situasi yang ada sekarang. Kita hanya perlu memeliharanya supaya tidak terjadi situasi yang lebih parah dari ini. Saya melihat setelah serangan dari Israel terjadi dan setidaknya menewaskan sekitar 150 jiwa saudara kita. Saya bukan seorang muslim, tapi saya sangat sedih dan menangis setiap ada jiwa yang melayang. Mereka saudara kita! Tak peduli apapun agama mereka. Saya bukan seorang fanatis atau ortodok dalam agama saya, tapi tindakan seperti yang dilakukan bangsa leluhur saya, Yahudi, membuat saya sangat teramat sedih. Mengapa? Teringat dahulu pada zaman Nabi Musa, Israel dijajah oleh Mesir dan hampir tak dapat melewati rintangan itu, tapi apa? Tuhan melalui tangan Musa menyelamatkan Israel dari bangsa Mesir. Tapi kini? KEDAMAIAN seolah tak ada di benak mereka. Tolong ... Kami ingin kedamaian di antara kalian. Ingatlah kalian yang dulu menginginkan kebebasan dan kemerdekaan, Israel. Kami, Palestina dan seluruh bangsa sangat teramat rindu suatu kata “KEDAMAIAN diantara kalian.
            Mungkin bukan sekarang, tapi nanti Tuhan sendirilah yang akan turun tangan. Saya bukan politisi yang mengerti peristiwa yang senyatanya terjadi. Saya bukan tokoh agama yang mampu berceloteh di muka umum untuk menengahi masalah ini. Saya bukan Dewan Keamanan PBB yang seharusnya turun ikut campur dalam keamanan dunia ini. Saya bukan cedekiawan yang  mampu turun ke jalan menginginkan keadilan. Tapi saya hanya manusia biasa yang berdoa untuk kedua bangsa, Tidak hanya Palestina, tapi Israel agar mereka sama-sama memiliki suatu rasa cinta dan ingin hidup damai di dalamnya. Sekali lagi ... Jangan berbicara tentang agama dalam menengahi kasus ini. Jika kalian tidak mempunyai dosa, bicaralah tentang agama kalian serasa agama kalian paling benar. Semua agama memang baik, tapi agama yang kalian yakinilah yang mampu menuntun kalian pada suatu KEDAMAIAN dan KEBEBASAN, jika kalian mampu menyerap apa yang ada.
              “Aku ingin KEDAMAIAN bagi saudaraku di Palestina dan Israel. Tak Ada Perang, yang tersisa hanya KEBEBASAN. Kita satu ... Satu rasa yang seharusnya kita sebut, C.I.N.T.A” – F.P.S

0 komentar: