SATU RASA SATU KATA, KEDAMAIAN BAGI ISRAEL DAN PALESTINA
![]() |
| Peace brooorrr |
Dunia
seolah gempar dengan serangan dan dentuman mesiu yang dibawa dari bangsa Israel
akhir-akhir ini. Gejolak peperangan itu masih saja terasa di Palestina, negeri
yang (dulunya) damai itu. Dan sudah sejak lama, tak terhitung jari, mereka
ingin merasakan satu kata... KEDAMAIAN. Meski harus saya akui Israel adalah
tanah leluhur bagi kami, umat Nasrani, tapi kami, terkhususnya saya sangat
mengecam adanya serangan tersebut. Saya pun sangat menyesalkan adanya suatu
perang setelah perang terbesar kita sebelumnya, Perang Dunia II berakhir. Bila
dibiarkan terus menerus Perang Dunia III terjadi.
Sebenarnya saya mereasa risih,
teman-teman. Kenapa? Ini sama sekali tak ada unsur agamis atau keyakinan
sebenarnya. Hanya beberapa mass media dan beberapa orang yang berusaha
memperkeruh situasi yang sebenarnya kini sudah mulai reda dengan adanya
pengumuman gencatan senjata. Ada nafas lega dari Palestina. Sahabat saya dan
saudara saya yang tidak pernah saya kenal bisa kembali beraktivitas sekarang.
Sedikit ada ruang dengan dibukanya jalur perbatasan dengan Mesir. Sebagai
bangsa yang sudah merdeka, kita selayaknya tak perlu memperkeruh situasi yang
ada sekarang. Kita hanya perlu memeliharanya supaya tidak terjadi situasi yang
lebih parah dari ini. Saya melihat setelah serangan dari Israel terjadi dan
setidaknya menewaskan sekitar 150 jiwa saudara kita. Saya bukan seorang muslim,
tapi saya sangat sedih dan menangis setiap ada jiwa yang melayang. Mereka
saudara kita! Tak peduli apapun agama mereka. Saya bukan seorang fanatis atau
ortodok dalam agama saya, tapi tindakan seperti yang dilakukan bangsa leluhur
saya, Yahudi, membuat saya sangat teramat sedih. Mengapa? Teringat dahulu pada
zaman Nabi Musa, Israel dijajah oleh Mesir dan hampir tak dapat melewati
rintangan itu, tapi apa? Tuhan melalui tangan Musa menyelamatkan Israel dari
bangsa Mesir. Tapi kini? KEDAMAIAN seolah tak ada di benak mereka. Tolong ...
Kami ingin kedamaian di antara kalian. Ingatlah kalian yang dulu menginginkan
kebebasan dan kemerdekaan, Israel. Kami, Palestina dan seluruh bangsa sangat
teramat rindu suatu kata “KEDAMAIAN diantara kalian.
Mungkin bukan sekarang, tapi nanti
Tuhan sendirilah yang akan turun tangan. Saya bukan politisi yang mengerti
peristiwa yang senyatanya terjadi. Saya bukan tokoh agama yang mampu berceloteh
di muka umum untuk menengahi masalah ini. Saya bukan Dewan Keamanan PBB yang
seharusnya turun ikut campur dalam keamanan dunia ini. Saya bukan cedekiawan
yang mampu turun ke jalan menginginkan keadilan.
Tapi saya hanya manusia biasa yang berdoa untuk kedua bangsa, Tidak hanya
Palestina, tapi Israel agar mereka sama-sama memiliki suatu rasa cinta dan
ingin hidup damai di dalamnya. Sekali lagi ... Jangan berbicara tentang agama
dalam menengahi kasus ini. Jika kalian tidak mempunyai dosa, bicaralah tentang
agama kalian serasa agama kalian paling benar. Semua agama memang baik, tapi
agama yang kalian yakinilah yang mampu menuntun kalian pada suatu KEDAMAIAN dan
KEBEBASAN, jika kalian mampu menyerap apa yang ada.
“Aku ingin KEDAMAIAN bagi saudaraku
di Palestina dan Israel. Tak Ada Perang, yang tersisa hanya KEBEBASAN. Kita
satu ... Satu rasa yang seharusnya kita sebut, C.I.N.T.A” – F.P.S


0 komentar: