Kamis, 13 September 2012

Love at first SIGHT but with PROCESS

   
do you believe it?




awal dari suatu kehidupan perkuliahan di semester tiga ini sebenarnya aku bingung untuk mendeskripsikannya. Happy? Sad? Or anything? i can't express anything ...
       awal mula semua adalah ketika saya mengenal dia di awal kami menjalani pembelajaran bersama. Relasi pergaulan kamilah dan juga intensitas saat kami bersama membawa hati saya untuk terpikat dengan "DIA".       Pribadi yang menurut orang mempunyai kepribadian yang aneh, tidak peka, dan sebagainya. Menurut saya, dia, orang yang berhasil membuat saya move dari bayangan kelam adalah pribadi yang sangat unik, berbeda, dan mempunyai sesuatu yang "interest" dibanding orang yang pernah saya temui sebelumnya. Pribadi cuek dan berbeda, tapi memiliki bakat yang lebih membuat saya sangat tertarik.
       Suatu hari, sampailah saat kami membicarakan sesuatu yang sebenarnya membuat saya merasa diri saya ini rendah dan bodoh. Hati kotor yang ingin memiliki ini diketahui olehnya. Entah dia bisa tahu dari mana, tapi sebenarnya ada perasaan "sedikit" lega dan "takut". Lega karena tak perlu sembunyi menyimpan rasa ini, dan takut hubungan kami sebelumnya akan rusak.
       Beberapa bulan kemudian, saya menemukan fakta dimana dia mendekati seorang wanita dan akhirnya mengumandangkan bahwa dia berpacaran. Shock? Yes, am I! Perasaan untuk memiliki hatinya lebih dari apapun masih terpendam jaaauuuuuuuhhhhh.... Pernah mencoba menghilang, lari, dan terjun. Tapi apadaya, relasi kembali menghubungkan kami pada cerita yang harus kami ukir bersama hingga waktu menghentikan detik-kan hari. I feel better when he always smile, but i never felt better when he go away. DAMN!
       Satu hal yang aku percayai dulu bahwa "Hubungan Relasi bisa mengubah suatu HATI yang lebih" and then sejak saya bertemu dan jatuh hati padanya pertama kali, saya percaya pada kata-kata "Love at First Sight but with process" 

0 komentar: